Selasa, 03 Mei 2011

PENDIDIK / ANAK DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PEMBAHASAN
PENDIDIK/ANAK DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

a. Pengertian Pendidik
Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani atau rohaninya agar mencapai kedewasaannya. Mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah, Khalifah di permukaan bumi, sebagai makhluk sosisal dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.
Dalam pengertian yang sederhana, penididik adalah orangyang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik, sedangkan dalam pandangan masyarakat pendidik adalah orangyang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau/mushalla, di rumah dan sebagainya.
Istilah lain yang lazim di pergunakan untuk pendidik ialah guru. Kedua istilah tersebut bersesuaian artinya, bedanya ialah istilah guru sering kali di pakai di lingkungan pendidikan formal. Sedangkan pendidikan di pakai di lingkungan formal, informal maupun non formal.
Abudin Nata menjelaskan jika kita mencoba mengikuti petujuk al-Qur’an, akan di jumpai informasi bahwa secara garis yang menjadi pendidik dalam perspektif Islam ada empat:
• Allah SWT
• Rasul, Muhammad SAW
• Orang tua
• Orang lain
b. Pengertian Anak Didik
Dalam bahasa Arab, setidaknya ada tiga istilah yang menunjukkan makna peserta didik yaitu murid, al-tilmidz, dan al-thalib. Murid berasal dari kata Arada-yuridu-Iradatan-Muridan, yang berarti orang yang menginginkan (the willer). Pengertian ini menunjukkan bahwa seorang peserta didik adalah orang yang menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadianyang baik untuk bekal hidupnya agar berbahagia di dunia dan akhiratdengan jalan belajar yang sungguh-sungguh.
Sedangkan al-tilmidz tidak memiliki akar kata dan berarti pelajar. Kata ini di gunakan untuk menunjuk kepada peserta didik yang belajar di Madrasah. Sementara al-thalib berasal dari thalaba-yathlubu-thalaban-thalibun, yang berarti orang yang mencari sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik adalah orang yang mencari ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan.dan pembentukan kepribadiannya untuk bekal masa depannya agar bahagia dunia dan akhirat. Kemudian, dalam penggunaan ketiga istilah tersebut biasanya di bedakan berdasarkan tingkatan peserta didik. Murid untuk sekolah dasar, al-tilmidz untuk sekolah menengah, dan al-thalib untuk perguruan tinggi.
Namun, menurut Abudin Nata istilah yang lebih umum untuk menyebut peserta didik adalah al-muta’allim. Istilah yang terakhir ini mencakup makna semua orang yang menuntut ilmu pada semua tingkatan, mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi.
c. Syarat Pendidik
Ahmad Tafsir dalam uraiannya menyimpulkan bahwa tugas guru (pendidik) dalam Islam adalah mendidik muridnya (peserta didik) dengan cara mengajar dan dengan cara-cara lainnya, menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai dengan nilai-nilai Islam. untuk memperoleh kemampuan melaksanakan tugas itu secara maksimal, sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat-syarat berikut:
• Tentang umur (harus sudah dewasa)
• Tentang kesehatan (harus sehat jasmani dan rohani)
• Tentang kemampuan mengajar (harus ahli)
• Harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi dan berkepribadian muslim.
Menurut Ummu Yasmin ada beberapa hal yang harus di miliki oleh seorang pendidik:
 Memiliki kepribadian muslim
 Memiliki fikrah (pola pikir) yang benar tentang Islam, akidah yang dalam, dan amal yang berkelanjutan
 Memiliki tsaqofah Islamiyah yang cukup dengan menguasai madah (materi-materi) pendidikan.
Dan syarat yang lebih erat hubungannya dengan tugas guru di sekolah meliputi : Guru harus adil, Percaya dan suka pada muridnya, Sabar dan rela berkorban, Berwibawa, pengembira, baik kepada rekan guru yang lain dan masyarakat, menguasai mata pelajaran, suka kepada pelajarannya dan berpengetahuan luas.
Dari keterangan di atas maka dapat di simpulkan bahwa pendidik atau guru adalah orang dewasa yang mempunyai ketakwaan kepada Allah SWT. berakhlak baik, sehat jasmaniah dan pengetahuan yang luas.
d. Tugas Pendidik
adapun tugas pendidik meliputi :
• Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
• Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita pancasila.
• Menyiapkan anak menjadi warga Negara yang baik seesuai undang-undang pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. II Tahun 1983.
• Sebagai perantara dalam belajar.
• Pendidik adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
• Pendidik sebagai penghubung antara sekolah da masyarakat.
• Sebagai penegak disipin, pendidik menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan baik bila pendidik dapat menjalani lebih dahulu.
• Pendidik sebagai administrator dan menejer
• Pendidik sebagai perencana kurikulum
• Pekerjaan pendidik sebagai suatu profesi.
• Pendidik sebagai pemimpin
• Pendidik sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak
e. Tanggung Jawab Pendidik
Orang pertama yang bertanggung jawab tehadap perkembangan anak atau pendidikan anak adalah orang tuanya, hal ini di karenakan adanya pertalian darah secara langsung sehingga ia mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masa depan anaknya. Orang tua di sebut juga sebagai pendidik kodrat. Tetapi karena dari pihak orang tua tidak mempunyai kemampuan, waktu dan sebagainya, maka mereka menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada orang lain yang di kira mampu dan berkompoten untuk melaksanakan tugas mendidik.
Tanggung jawab seorang pendidik di antaranya :
• Bertanggung moral
• Bertanggung jawab dalam bidang pendidikan
• Bertanggung jawab kemasyarakatan
• Bertanggng jawab dalam bidang keilmuan.
f. Sifat-sifat Yang Harus Di Miliki Pendidik
Adapun menurut Prof. Dr. Moh. Athiyah al-Abrasyi, bahwa seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat tertentu agar ia dapat melaksnakan tugas-tugasnya dengan baik, seperti yang di ungkapkan oleh beliau adalah :
1. Memiliki sifat zuhud, dalam artian tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari ridha Allah.
2. Seorang guru harus jauh dari dosa besar.
3. Ikhlas dalam pekerjaan.
4. Bersifat pemaaf.
5. Harus mencintai peserta didiknya.
g. Anak Didik Dalam Perspektif
Peserta didik dalam perspektif Pendidikan Islam adalah sebagai objek sekaligus subjek dalam proses pendidikan. Ia adalah orangyang belajar untuk menemukan ilmu, karena dalam Islam di yakini ilmu hanya berasal dari Allah,maka seorang peserta didik mesti berupaya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah denan senantiasa mensucikan dirinya dan taat kepada perintah-Nya. Namun untk memperoleh ilmu yang berasal dari Allah tersebut, seorang peserta didik mesti belajar pada orangyang telah di beri ilmu, yaitu guru atau pendidik.
Konsep pendidik dan peserta didik dalam perspektif pendidikan Islam memiliki karekteristik tersendiri yang sesuai dengan karekteristik pendidikan Islam itu sendiri. Karekteristik ini akan membedakan konsep pendidik dan peserta didik dalam pandangan pendidikan lainnya. Hal itu juga dapat di telusuri melalui tugas dan persyaratan ideal yang harus di miliki oleh seorang pendidik dan peserta didik yang di kehendaki oleh Islam. Tentu semua itu tidak terlepas dari landasan ajaran Islam itu sendiri, yaitu al-Qur’an dan Sunnah yang menginginkan perkembangan pendidik dan peserta didik. Tidak bertentangan dengan ajaran kedua landasan tersebut sesuai dengan pemahaman maksimal manusia.
h. Pendidik Dalam Perspektif Pendidikan Islam
Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidik termasuk ulama. Tegasnya, pendidik adalah pewaris para Nabi. Ini bisa di lihat misalnya pada contoh hadits berikut :
“…..اْلعُلَمَاءُ وَرَاثَتُ اْلاَنْبِيَاءِ…..”
Artinya :….para ulama (pendidik ) adalah pewaris para Nabi (dari Abu Darda r. a dan di riwayatkan oleh Ibnu Majah)
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW. memberikan perhatian yang besar trhadap “pendidik” sekaligus mmberikan posisi terhormat keadanya. Hal ini beralasan mengingat kepada peran pendidik sangat menentukan dalam mendidik manusia untuk tetap konsisten dan komitmen dalam menjalankan risalah yang di bawa oleh Rasulullah SAW.
i. Pendidikan Dalam Perspektif Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.
Metode dalam pendidikan Islam merupakan suatu metode yang khas dan tersendiri, baik dari segi alat-alat maupun segi tujuan-tujuannya, dengan suatu bentuk yang nyata dan menarik perhatian serta membangkitkan minat untuk memiliki sumber ideologinya yang khas dalam perjalanan sejarah. Ruang lingkup dan keleluasaan system pendidikan islam tidak boleh keluar dari keterpaduan tujuan dan cara. Didalam sistem pendidikan islam terdapat satu cara dan satu tujuan untuk dapat menyatukan kepribadian yang pecah untuk dapat mencapai satu tujuan yang lurus dan bulat. Inilah keistimewaan dari sistem pendidikan islam yang berbeda dengan sistem pendidikan buatan manusia yang pada umumnya memiliki tujuan yang relatif sama meskipun alat-alat yang digunakan untuk memenuhi tujuan tersebut berbeda-beda sesuai dengan pengaruh lingkungan dan kondisi sejarah, sosial, politik dan sebagainya.Sistem pendidikan buatan manusia pada umumnya bermuara dalam suatu tujuan pendidikan yaitu membentuk “ nasionalisme sejati “. Sedangkan islam, tidak mengurung dirinya pada batas-batas yang sempit itu dan tidak hanya berusaha membentuk “ nasionalis sejati “ akan tetapi berusaha untuk mewujudkan suatu tujuan yang lebih besar dan menyeluruh, yaitu membentuk “ manusia sejati”.
Islam dalam membentuk manusia yang baik itu tidak membiarkan manusia berada dalam kebimbangan dan terus menerus berjalan didalam kegelpan, dimana masing-masing membentuk dirinya menurut kemauannya sendiri. Akan tetapi islam menetapkan ciri-ciri manusia secara cermat dan jelas, serta menggaris strategi yang dapat mengantarkan mereka untuk mencapai tujuan itu.

















BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
- Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani atau rohaninya agar mencapai kedewasaannya.
- peserta didik adalah orang yang menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadianyang baik untuk bekal hidupnya agar berbahagia di dunia dan akhirat dengan jalan belajar yang sungguh-sungguh.
- Orang pertama yang bertanggung jawab tehadap perkembangan anak atau pendidikan anak adalah orang tuanya, hal ini di karenakan adanya pertalian darah secara langsung sehingga ia mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masa depan anaknya.
- Peserta didik dalam perspektif Pendidikan Islam adalah sebagai objek sekaligus subjek dalam proses pendidikan. Ia adalah orangyang belajar untuk menemukan ilmu, karena dalam Islam di yakini ilmu hanya berasal dari Allah,maka seorang peserta didik mesti berupaya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah denan senantiasa mensucikan dirinya dan taat kepada perintah-Nya.
- Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidik termasuk ulama. Tegasnya, pendidik adalah pewaris para Nabi. Ini bisa di lihat misalnya pada contoh hadits berikut: “اْلعُلَمَاءُ وَرَاثَتُ اْلاَنْبِيَاء”
- Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik.







DAFTAR PUSTAKA
- lmu pendidikan Islam, Dra. Hj. Nur Uhbiyati, cv. Pustaka Setia, 1998.
-Hartoto
- Deninursamsi, wordpress. Com/2009/04, di unduh rabu 27 Oktober 2010 pukul 14.00 Pm
- Zainal Muttaqin, http://izaskia.wordpress.com/2009/12/13/hakekat-pendidik-dalam-pandangan-islam-bagian-3-dari-5-seri-tulisan/#_ftn1 di unduh,selasa 02 Nopember 2010 pukul 03:00 Pm.
- Azzamcollege.wordpress.com/2009/11/15/pendidikan-dalam-perspektif-islam/ di unduh,selasa 02 Nopember 2010 pukul 03:05 Pm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar